Pages

Showing posts with label UK Life. Show all posts
Showing posts with label UK Life. Show all posts

Saturday, 30 July 2016

Second-hand Fashion

Couple days ago, I did web-surfing and found some interesting pages about consumerism, fashion, and environment. This video also makes me think thousand times to buy a new thing that I don't really need.



I was stumbled upon a page suggest second-hand shop as one strategy we can employ to fulfill our fashion need but respect the environment at the same time; and find myself very happy because I'm actually a fan of second-hand shops and admire vintage fashion (I mean I love seeing them but t-shirt, jeans and sneakers are the ones who understand me well). We also know it as charity shop or op(portunity) shop or thrift shop.

Thus, I wanna share a bit of my wardrobe's residents that I adopted from second-hand shops. It's noteworthy that most of them cost only 99p or IDR 17.000 per piece! Well, some of them I bought here, but some of them I bought many years ago in Indonesia. Compare to Indonesia, second-hand shop in the UK or Aussie (particularly Brisbane), they really take care the shops and it's really well-organized. Most of the staffs are volunteers. The profit also usually goes to charity.

In contrary, in Indonesia you can find a very big second-hand market but sometimes you have to dig into the piles to find your treasure. It's also profit based. It's been one of my dream that we can have this kind of charity-shop in Indonesia. 









In those pictures, I wear the same shoes. I just realize that actually I can go with only one pair of shoes for all of my clothes, why should buy many other pairs? Hahaha.

Well, overall, shopping in second-hand shop bring me a lot of happiness, tho. What is more exciting than buying beautiful outfit without throwing up much money, taking care of the environment and donating at the same time?


Enjoy the weekend folks!

Monday, 13 June 2016

Sehari Jadi Orang Inggris

Ga berasa banget ternyata terakhir ketemu Geoff & Olive udah sebulan lalu. Hari ini berkesempatan lagi berkunjung ke rumah mereka dan yang berbeda hari ini adalah I feel so British!!!




Kenapa?

Bangku jemaat menghadap mimbar
1. Pagi ini Geoff jemput saya di dekat rumah dan lalu kita gereja bareng di sebuah gereja kecil di sekitar Woodford. Sayang, Olive ga ikutan karena nyipain makan siang dan dessert buat kami di rumah. Gereja ini bernama Christ Church dan sudah berusia 175 tahun. Saya suka sekali gereja ini, karena benar-benar berbeda dari gereja-gereja yang sebelumnya saya kunjungi soalnya gereja ini bernuansa Georgian style. Untuk masuk ke tempat duduknya ada pintunya. Agak nyesel juga ga sempat foto tempat duduknya karena segan. Selain itu, paduan suara dan pemain musik ada di belakang bangku jemaat dan posisi mereka lebih tinggi di banding bangku jemaat.


2. Di gereja, para jemaat menyanyi lagu kebangsaan Inggris: God Save Our Queen! Senang sekali bisa ikutan. Setelahnya di rumah, Olive cerita bahwa dia sangat kagum dengan Queen Elizabeth II, karena menurut beliau Queen Elizabeth tidak pernah berkata buruk, pemimpin yang baik, dan sangat faithful. Keberuntungan saya hari ini adalah saya dapat buku gratis tentang Queen Elizabeth II dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang ke-90. Oh ya, Queen Elizabeth II sebenarnya lahir di bulan April, tapi karena mereka ingin perayaan di musim yang lebih baik, jadi diadakan perayaan di bulan Juni juga. Eh malah cuaca di Manchester tetap buruk. Kabarnya di London juga ga terlalu bagus :(

3. Setelah gereja, kami pulang ke rumah dan makan siang. Ada Andrew di sana (anak bungsu Geoff and Olive). Andrew bersama tim paduan suaranya akan tampil di sebuah perayaan ulang tahun Queen Elizabeth II di Hale Village. Paduan suaranya keren tapi sayang karena di ruang terbuka jadi kurang megah di banding dalam ruangan. Di sana ada tenda penjual Pimm's. Kata Geoff dan Olive Pimm's itu Inggris banget! Jadilah Geoff traktir minum Pimm's dan waktu penjualnya tahu bahwa saya dari Indonesia kita langsung di kasih bendera Inggris. 


4. Hari ini mendung dan bolak balik hujan. Jadi kami ga berlama-lama di sana. Setelah Andrew selesai tampil, kami pulang ke rumah karena ada dessert spesial yang sudah dibuat Olive. Sayangnya, saya lupa namanya! Tapi ada sesuatu yang crunchy yang terbuat dari putih telur dan gula, lalu dilapisi whipped cream dan stroberi yang banyak. 
Andrew dan tim paduan suara, Mereka ga muat di panggung..hehehe....Btw panggungnya itu mobil truck.





5. Sambil makan dessert, kami nonton Garden Party Parade yang diselenggarakan di Buckingham Palace, London. Saya tadinya pengen banget bisa ada di sana, tapi setelah lihat, kayaknya mendingan nonton di TV deh. Olive ternyata pernah diundang ke Garden Party-nya Queen dan disapa oleh Queen. Waktu itu, Olive kerja di sebuah lembaga charity yang mendapat penghargaan dari Queen. Geoff sendiri waktu muda pernah menjadi Queen's Scout. Keren parah pasangan ini!



Mencoba cultural things kayak gini jadi sesuatu yang selalu saya cari. Ketika berinteraksi dengan orang lokal, selalu ada pengetahuan baru, pandang baru, dan kebiasaan baru yang saya amati dan pelajari.

Till next story!


Monday, 9 May 2016

Geoff & Olive

Semua bermula dari kegiatan volunteering bersama International Society di Manchester. Beberapa kali ikut volunteering sepertinya bikin nama saya diingat sama koordinatornya - Sam Harris. Hingga suatu hari, Sam mendapat undangan dinner dari Bramhall & Woodford Rotary Club yang pengen ngajakin beberapa mahasiswa internasional untuk cerita tentang negaranya di BW - Rotary Club dinner.

Malam itu sangat menyenangkan, kami diperlakukan kayak raja dan ratu. Padahal member dari Rotary Club ini adalah pensiunan yang berasal dari kalangan atas. Mendengar cerita pengalaman mereka, wah saya benar-benar merasa kecil.

Saya adalah orang yang percaya bahwa ada pelajaran yang ditorehkan dari setiap pertemuan. Demikian pula pertemuan saya dengan Geoff Hunt, yang menjadi host saya di Rotary Club dinner malam itu. Setiap mahasiswa diberikan 1 host untuk mendampingi kami selama acara. Geoff bersama istrinya, Olive datang malam itu and voila! I got two hosts automatically! Geoff dan Olive hangat sekali dan sangat excited mendengar cerita saya. (Cerita tentang BW - Rotary Club dinner akan saya tulis lain kesempatan :)

Singkat cerita, Geoff dan Olive meminta nomor telepon saya dan mengundang saya untuk datang ke rumahnya dan makan siang bersama. Wah, saya tentu saja sangat excited! Telepon yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang, dan hari ini mereka menjemput saya ke rumahnya. 

Geoff dan Olive dulu pernah lama tingga di Pulau Bermuda. Pengalaman dan perjalanannya terlalu panjang untuk diceritakan. Terlalu banyak juga kebetulan yang terjadi saat kami bertukar cerita kali ini. Olive dan saya ternyata sama-sama suka warna biru. Cucu Geoff & Olive yang tinggal di Amerika mengambil jurusan psikologi. Saya bertemu Andrew, anak kedua mereka yang ternyata berulang tahun di hari yang sama dengan saya. Ternyata tanggal ulang tahun kami, hanya sehari sebelum tanggal pernikahan  Geoff dan Olive. Ah, saya kagum sekali betapa Geoff dan Olive saling menjaga dan mengasihi. Tidak ada kata-kata mesra atau panggilan sayang yang saya dengar dari mulut mereka. Tapi setiap tindakan dan nada bicara mereka entah kenapa benar-benar terasa sangat romantis buat saya. Saya bilang ke mereka bahwa mereka adalah pasangan yang ideal dan sangat manis. Geoff dan Olive tertawa.

Kali ini saya benar-benar terharu, karena ternyata Geoff dan Olive sudah merencanakan beberapa hal buat saya. Geoff & Andrew membawa saya berkeliling ke taman di dekat rumah mereka yang sebenarnya menjadi salah satu "treasure" di Inggris. Taman ini memiliki hall dan usianya sudah sekitar 500 tahun. Kami berjalan lumayan jauh, saya khawatir Geoff terlalu letih, tapi beliau malah tak henti-hentinya bercerita. Geoff juga mengajarkan saya banyak nama bunga liar yang tumbuh di taman. Beberapa yang saya ingat: White garlic, daisy, cow parsley, bluebell, marigold, dandelion, forget-me-not, rhondodenron, dan shrinking violet.

Setelah berjalan keliling Bramhall Park, kami makan siang di rumah yang telah disiapkan Olive. Setelah makan, ternyata saya dibawa ke tempat lain, yang mungkin tidak pernah saya kunjungi kalau tidak bertemu mereka. Kami mengunjungi daerah bernama Alrderly Edge. Katanya banyak orang-orang kaya seperti pebisnis dan football player yang tinggal di daerah ini. Kami mengunjungi woodland area yang sebenarnya adalah bekas tambang. Saya terkesima melihat bagaimana mereka merawat dan mengembalikan alam yang tadinya sudah ditambang. Benar-benar seperti hutan kembali. 

Setelah berjalan mengelilingi woodland, kami membeli es krim dan terasa sangat nikmat di hari yang cerah dan panas untuk ukuran Inggris. Saya melihat Geoff dan Olive, mereka sangat antusias walaupun saya tahu mereka pasti sangat lelah berjalan. Saya mendengar nafas Geoff dan Olive sebenarnya sudah tersengal-sengal, namun herannya tetap bersemangat bercerita. Ah, saya tidak berhenti tersenyum hari ini. Hari ini akan menjadi hari yang selalu saya ingat seumur hidup saya. 












Friday, 22 April 2016

Gaya Hidup Menghargai Bumi ala Mahasiswa

Beberapa bulan tinggal di negeri orang, ada banyak gaya hidup sehari-hari saya yang berubah. Nah, dalam rangka memperingati hari bumi, saya mau berbagi beberapa kebiasaan yang saya lakukan selama di sini yang menurut saya sih lebih menghargai bumi (dan juga dompet, hehehe). Syukur-syukur bisa terus berlanjut kalau nanti pulang ke Indonesia.

1. Bawa bekal
Selama di sini, hampir setiap hari saya bawa bekal makan siang, makan malam dan buah. Biasanya kalau pagi, makan yang simpel kayak roti atau cereal sambil masak bekal. Kenapa bawa bekal termasuk kebiasaan menghargai bumi? Dengan bawa bekal kita otomatis juga mengurangi penggunaan plastik, kertas, botol, atau cup tempat makan dan minuman yang kita beli di luar. Semakin ke sini saya juga malah sering bawa teh atau kopi sendiri dari dimasukin ke vacuum flask biar tahan lama panasnya. Mungkin, kalau kamu suka beli kopi di luar, tipsnya juga bisa bawa travel mug sendiri, jadi ngurangin penggunaan cup sekali pakai.


2. Hunting thrift shop

Sebenarnya dulu pas mahasiswa juga seneng banget kalau diajakin temen-temen hunting baju bekas di Senen, Nah, waktu sampai di sini buanyak banget toko barang bekas yang hasil penjualannya disumbanging buat charity. Wah, ini mah sekali mendayung 10 pulau terlampaui. Beli barang bekas juga menurut saya menghargai bumi, soalnya bahan tekstil buat baju, atau sepatu dan tas juga pasti di ambil dari alam. So, kalau bisa dapat barang bagus, murah, sekalian berdonasi dan menghargai bumi kenapa tidak? Seperti gambar di samping, semua yang saya pakai adalah barang bekas kecuali sepatu...hehehe...dan 1 barang yang saya pakai itu harganya kurang dari Rp.20.000

3. Bawa plastik belanja atau totebag sendiri
Sistem yang memberlakukan plastik berbayar di sini lumayan pengaruh terhadap gaya hidup saya. Kemana-mana di dalam tas pasti nyimpen 1 plastik bekas atau totebag buat kalau-kalau harus belanja.

4. Kotak sepatu
Beberapa kali belanja sepatu, saya juga bilang ke pramuniaganya ga usah pakai kotak. Berhubung saya malas nimbun kotak sepatu dan ga nyimpen sepatu dalam kotaknya, jadi saya pikir mending di tinggal aja di tokonya, sekalian hemat kotak...hehehe...

5. Buku bekas
Selain thrift shop atau charity shop, saya juga suka banget main di second-hand book shop. Duuuh, ini paling tak tertahankan. Bisa dapat 5 buku keren dengan harga kurang dari Rp.20.000. Sejauh ini saya udah nimbun puluhan buku bekas di kamar, dan ini sebagian dari buku-buku itu. Buku-buku klasik kayak gini pasti akan terus dicetak dan itu otomatis menambah penggunaan pohon untuk pembuatan kertas. Nah, hunting buku bekas ini juga selain seru, hemat, dapat cetakan klasik, juga tidak menambah kontribusi penggunaan kertas di bumi ini.

6. Baca jurnal di laptop
Duh, ini paling susah sebenernya. Soalnya materinya bahasa asing, kadang ga ngerti dan harus bolak balik baca. Sebenernya kalau dulu prefer untuk nge-print tapi berhubung ngeprint mahal karena dalam sekali pembuatan tugas essay butuh lebih dari 30 jurnal, yang kalau harus di print semua berarti bangkrut dan nambah penggunaan kertas yang habis itupun ga tau mau diapain. Jurnal pdf justru malah jadi membantu saya mengatur database di laptop saya, tetap bisa dihighlight ketika baca dan juga mudah saat membuat daftar referensi di akhir tugas karena bisa di-synchronize dengan aplikasi pembuat daftar referensi. 

7. Sapu tangan pengganti tissue
Sudah beberapa bulan terakhir saya ga beli tissue travel pack yang dulu biasanya selalu ada di tas. Sekarang saya selalu bawa sapu tangan. Lagi-lagi, biaya beli tissue kepotong daaaan ngurangin penggunaan tissue :)

Nah, itu hal-hal sehari-hari  a la mahasiswa yang jadi kebiasaan saya di sini.
Gimana dengan kamu? 

Selamat hari bumi!



Monday, 4 April 2016

Sakura di Eropa?

Terkadang pikiran kita sendiri yang membatasi dan menghalangi diri kita untuk melihat hal-hal lain yang tidak biasa di dalam hidup ini dan stereotipe terkadang menjadi tembok penghalang. Kita termakan kata ‘biasanya’. Biasanya di sini begini dan biasanya di sana begitu. 

Track record travelling saya mungkin ga sebanyak teman-teman lain, tapi semakin banyak saya berjalan ke tempat berbeda, semakin terbuka pikiran saya, termasuk tentang stereotipe, kali ini tentang bunga! Hingga minggu lalu, saya masih percaya jika ingin melihat tulip maka saya harus ke Belanda, dan jika ingin melihat Sakura maka saya harus ke Jepang.

Saya benar-benar SALAH! Saya termakan cerita orang dan membangun stereotipe di dalam pikiran saya bahwa Tulip adalah Belanda dan Sakura adalah Jepang. Beberapa waktu lalu, seorang teman (Doki) mengirimkan foto tulip dari Swiss. Beberapa hari lalu saya melihat pohon Sakura di Sheffield, UK. Saya ragu sekali kalau itu sakura sampai malam harinya mencari informasi di google tentang bunga sakura. Ternyata benar, di Eropa, bunga ini dikenal sebagai Cherry Blossoms. Sebelumnya saya memang sempat melihat bunga serupa di salah satu kampus University of Manchester, tapi saya kira itu bunga musim semi yang cuma mirip sakura. Ketika perjalanan pulang dari Sheffield ke Manchester, saya melihat di pinggir jalan juga ada si Cherry Blossoms. Daaan, kagetnya ternyata di dekat rumah saya juga ada! Selama ini ga pernah tahu karena botak selama musim gugur dan musim dingin.

Sakura dekat rumah


Sakura di Peace Garden, Sheffield


Saya merasa pemikiran dan pengetahuan saya sempit sekali dan saya malu sendiri. Selama ini saya membangga-banggakan alamnya Indonesia ke teman-teman saya. Tapi saya baru menyadari, alam negara lain juga indah. Cuma, indahnya secara berbeda! 

Perjalanan kali ini membuat saya untuk menghargai tempat yang saya datangi dengan apa adanya dan tidak perlu berbangga hati jika menemukan tempat yang menurut kita saat itu indah banget karena kita tidak pernah tahu, di bagian lain di dunia ini ada juga tempat yang punya hal yang sama, atau malah lebih indah. Perjalanan lebih nikmat dengan tidak termakan kata orang, menjadi netral dan menghargai apa yang kita lihat di sekitar. 


Sunday, 6 March 2016

A bookseller happiness

"You might be not rich, but you are happy!"

It was the first response of Mairwen when I told her that having a bookshop like hers is one of my dream. Mairwen is a Welsh woman that lives near to Beaumaris Castle, Angelsey-Wales. Bookshops always become an attraction for me where ever I go around this world. Thus, I automatically came in her bookshop when I walked around the city. 

I scanned the books on the shelves and found a compilation story of Hans Christian Anderson with special illustration from William Heath Robinson. I was doubting at first, but after had a nice conversation with Mairwen, finally I decided to take it home. 

Mairwen is very passionate about books. She told me many recommended books about Wales' fairy tales. She said Wales stories mostly are combination of history, myths, and fairy tales. So when you read the story, you can find the setting on the map. Currently, she is interested in anthropology related books. She found a book that tells actually we can find many stories from over the world have similarities and they look like connected. Thus, we should not be afraid of meeting new people and come to new place, since in other part of this world, people may have same stories with us. 

"I always feel happy, when those little kids come to my shop and find the book they like and excitingly told the parents....you know...that feeling!"

Obviously, she is very in to what she is doing! 

"By the way, where do you get all these books? I asked"

"Ah....many ways!" She said.

"Some are mine that I collect from many years. Some people know that I like books, and they asked me if I want to have their mother's old books...." she continued.

"But, I know where my books go. I know they go to right people" she finished.

I still wanted to listen to her story, but I had to go back to Manchester again. I was grateful that I got the Hans Christian Anderson book and a book of Wales' fairy tales with a very good price! More than that, I met Mairwen who taught me "You might not be rich, but you are happy!"




Saturday, 5 March 2016

Manchester Bersalju!

Pagi ini aku bangun cukup telat, jam 7.30 pagi, padahal aku ada kerjaan jam 9.00.Tirai jendela kamarku emang sengaja ku buka bagian atasnya supaya terasa kalau sudah pagi dan sinar dari luar bisa masuk, soalnya tirai kamarku warna merah dan cukup tebal. Nah, pas buka mata aku kaget soalnya di luar jendela ada salju!

Agak sedih soalnya agak keburu-buru mesti ke kampus, sementara di dalam bus aku pengen banget lari ke taman, main salju.

Akhirnya aku tiba di kampus dan ngerjain project casual researcher dari dosenku. Hmm, hati masih kepikiran salju sih. Maklum, anak tropis jarang-jarang lihat salju, dan Manchester juga bukan daerah langganan salju, ditambah lagi ini udah mau masuk musim semi. Jadi, salju tebal di tanggal 4 Maret adalah hal yang aneh!

Beruntung, kerjaan hari ini waktu istirahatnya dipercepat! Aku langsung lari ke taman yang aku lihat tadi pagi yaitu Birchfield Park. Sorenya, waktu kerjaan udah selesai, aku juga main lagi ke taman dekat kampus, Whitworth Park.

Ini beberapa foto yang aku ambil buat mengingat hari ini :)









Wednesday, 2 March 2016

Pertunjukan Teater Pertama: Mary Poppins






Akhirnya, setelah sekian lama pengen banget nonton teater musikal di sini, hari ini kesampaian juga! Selama di sini saya ga pernah nonton ke bioskop, tapi malah lebih tertarik nonton teater. Pilihan pertama saya jatuh pada Mary Poppins, soalnya iklannya heboh banget sampe di bus-bus sekitaran Manchester juga di cat iklan Mary Poppins. Wah, pasti pertunjukan besar ini!

Benar aja, hari ini hari adalah menuju 5 hari terakhir Mary Poppins UK tour di Manchester yang dimulai sejak 20 Januari lalu. Tapi, teaternya tetap saja penuh. Ada beberapa hal menarik yang saya temukan:

1. Teater penuh! Wah, saya salut banget sih mereka sangat menghargai dan menikmati seni ya!
2. Banyak anak-anak! Orang tua juga ngajak anak-anaknya nonton teater loh, mungkin juga karena ini ceritanya tentang keluarga.
3. Sejauh mata saya memandang (berhubung saya duduk di paling atas kerna nyari tiket murah ;p) tidak ada penonton yang mengambil gambar atau video ketika pertunjukan karena sebelum dimulai diberitahu bahwa penonton tidak diperkenankan mengambil gambar/video. Kebanyakan penonton mengambil gambar saat panggung kosong sebelum pertunjukan dimulai. Taat aturan banget ya! 

Pertunjukan Mary Poppins ini berkesan banget buat saya, soalnya bener-bener keren dalam segala hal! Musik dan orchestranya, vokal dan acting para aktor/aktris, teknologi panggung dan lighting, malah sampai si Mary Poppins bisa terbang ke arah penonton. Tokoh Bert juga sampai bisa menari dengan setting atap panggung, jadi kepalanya di bawah dan kakinya menapak di langit-langit panggung! Saya juga terpukau dengan acting 2 anak kecil pemeran Jane & Michael. Seorang pria di sebelah saya cerita kalau dia pertama kali menonton Mary Poppins 10 tahun lalu, dan setelah melihat ekspresi saya di akhir pertunjukan, dia berujar "That's why I came twice!" 

Oh ya, dari semua lagunya, saya paling suka "Anything can happen if you let it"

Yeah, it was awesome! The best performance I've ever seen so far! 


Tuesday, 1 March 2016

Pasar Kaget (Seni) West Didsbury

Well, ini posting pertama saya dalam rangka men-challenge diri untuk selalu menemukan hal menarik setiap hari!

Minggu, 28 Februari 2016 kemarin sebelum gereja tiba-tiba seorang teman ngasih info bahwa hari itu ada event West Didsbury Makers Market. Sebenarnya mirip pasar kaget mungkin kalau di Indonesia, karena pasar tersebut tidak diselenggarakan setiap hari, melainkan sebulan sekali. Berhubung, saya sangat suka hal-hal yang berbau lokal, saya sangat antusias untuk mengunjungi pasar tersebut.

Setelah sempat nyasar dan harus berganti bus, akhirnya saya sampai di lokasi. Stall pertama sudah menarik hati saya. Stall tersebut menjual kerajinan jam meja dan jam dinding. Saya menjelajah satu persatu stall di Makers Market tersebut. Saya paham, kenapa dinamakan Makers Market. Pada dasarnya hampir semua barang yang di jual di sana adalah kerajinan lokal dan tidak kita temukan di pusat perbelanjaan modern. Semua sangat artistik! Ya, semenjak tiba di Manchester, ketertarikan saya terhadap seni semakin meningkat. Ada-ada saja hal artistik yang sama temukan. 


Kembali ke Makers Market, selain kerajinan tangan seperti sarung bantal, ukiran, perhiasan, dll, di sana juga menjual jajanan lokal seperti cake dan fudge. Saya kurang tertarik mencoba, mungkin karena saya lebih suka gorengan. Selain makanan, ada sebuah stall yang menjual biji kopi, namun belum sempat ngobrol-ngobrol. Saya dan 2 teman lain malah ngobrol dengan penjual teh di sebelahnya. Bukan teh celup loh! Tapi loose leave tea. Banyak sekali jenisnya! Lucunya si penjual cerita kalau dia mengekspor teh juga ke China yang terkenal dengan minum tehnya, padahal Inggris bukan penghasil teh.









Saya kagum pada kreativitas para pekerja kerajinan dan penjual di sana dan juga kepada para pembeli yang menghargai karya dan kreativitas mereka. Saya sendiri membeli sebuah jam dinding bertuliskan "Explore, dream, discover". Saya suka sekali dengan kata-kata tersebut, sangat menggambarkan apa yang saya nikmati dalam hidup ini.

Ya, mungkin blog ini juga media untuk menuangkan eksplorasi, mimpi, dan temuan saya.

Cheers!