Pages

Friday, 2 August 2013

Ujung Kulon : Row Your Boat!

.....day 1....

Not to much agenda and story in the second day at Ujung Kulon. Hunting for sunrise and canoeing at Cigenter river were the target of the day.

I don't know why, but I was never lucky seeing perfect sunrise when I was traveling out of Jakarta, and the same one happened when I was at Ujung Kulon. 


Back to homestay, took a shower and had breakfast, packed our bag and got ready for my first canoeing experience. Yuhuuu!!! Ehm, I made a video while canoeing but it still needs some cutting and I still find out how to do it, so I can't post it now.

Before canoeing, we have to picked up the canoes at Handeleum Island:



At Cigenter, we expected to meet One-horn Rhinoceros and river crocodile, but we just met a green snake in a tree :(

It was very hot and the sun bit our skin, but we still had fun.

f

Tired of canoeing and it's already lunch time, we attacked the food that has been cooked by the ladies of Ujung Kulon. Actually they live at Sumur and frequently go to Peucang Island just for cooking food for the tourists who comes there.

this pic was taken by Mba Ella :)



That was not very end of the journey, some friends did snorkeling at one spot on the way to Sumur, but I just sat on the boat because I was to lazy to change my clothes and they said the underwater view was not special so I didn't regret it.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bonus! Here are some random pictures from the previous day, hope they can give you description about Ujung Kulon. Enjoy!

Small fish near the harbor 






Scary Piggy!

Home-stay








Monday, 29 July 2013

Ujung Kulon: Where you and animals are in the same home

UJUNG KULON! is one of national park in Indonesia. It is located at the westernmost tip of Java. Honestly, I've forgotten about this trip detail because it happened in the mid of June. My bad is I didn't write right after I came back, but I'll try to grab the story in my memory store.

It needed about 8-9 hour trip by bus from Jakarta to Sumur, Banten. We continued our trip by using boat to cross the sea and it took 3 hours. Finally, we arrived at Peucang Island! Seriously, it was a fascinating view that we saw billion small fish swimming under the boat even at the beach because the water was very clear!

We put our bag at homestay, then jumped into the sea...

taken by Satria's camera

Ops, time's up! Back to homestay, changed our wet clothes, had lunch and prepared for the trekking.
Oh, there was a funny story when we had our lunch, there was a monkey suddenly entered our homestay and stole the chicken at the table. You know, the monkey that stole our food just had 1 hand and she carried her kid when stealing. smart yet annoyed monkey! At Peucang Island, the home-stay is just about 100 meters from the beach and harbor, and you will find many monkeys, pigs, and deers freely walk around you.

You can get this view in front of the home-stay

The thief

Jungle trekking is a rare experience for me, so I was so excited. I met many plants that won't be found in town. We trekked for about 3 hours and it's tiring for me..huhu

Very huge tree, isn't it?
We met this cute deer at jungle
 I always love capturing wave tossed the stone

The clock shows it's 4 pm, it meant that we had to go back to the harbor and went to a savanna at Cidaon Island to chase the Sunset and saw the One-horned Rhinoceros, Banteng (Bull) and Peacock. It might be too late to see them all, the ranger said that the Rhino and the black Banteng had entered to the forest that's prohibited for us. The Peacock didn't open their beautiful tail. If you want to see the Peacocks open their beautiful tail, you should come on August or September.

Savanna at Cidaon

Disappointed by Banteng, Peacock, and One-horned Rhinoceros, we left the savanna and walked quickly to the harbor to chase the Sunset, we're almost late, but I had taken this view on our way to savanna before.


The sun visited other side of the earth meant we had to back to our home-stay to take a bath and have dinner. It was too early to go bed, so we continued playing card at the terrace. Even, the deer got curious about what we did...


Like other beach-y trip, there's always barbequing session at night. The night became more special because our tour guide sang and played guitar beautifully. The wind touched the skin and it's very cold outside, about 12 pm we decided to met the bed for recharging our energy for the next day.

....day 2....



Wednesday, 24 July 2013

Proud To Be A Supertasker?

"Otak kita tidak didesain untuk multitasking loh" kata seorang teman ketika sedang diskusi. Pernyataan ini mengagetkan saya, karena saya pikir multitasking itu baik dan harusnya dilatih karena akan membantu kita lebih cepat mengerjakan berbagai macam pekerjaan. Untuk mengecek kebenarannya, saya konsultasi dengan Google si mesin pencari. Berikut beberapa hal yang saya temukan:

Apa sih multitasking?



Source
Multitasking adalah kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Namun jika kita refleksikan ke pengalaman kita sebenarnya ada 2 bentuk yang sering kita anggap sebagai multitasiking. Pertama, ketika beberapa pekerjaan kita lakukan dalam waktu yang benar-benar bersamaan, misal: memotong sayur sambil mendengarkan berita di TV. Kedua, ketika dalam selang waktu yang sangat singkat kita harus berganti-ganti mengerjakan beberapa tugas. Misal: kita harus membuat laporan bulanan, membuat proposal, dan membereskan data permintaaan atasan. Di saat tersebut kita bolak balik pindah dari 1 tugas ke tugas yang lain dalam waktu singkat.

Menurut Arthur Markman, seorang profesor bidang Psikologi di Universitas Texas, ada jenis-jenis aktivitas yang sebenarnya tidak akan terlalu masalah jika dilakukan bersamaan jika aktivitas-aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan. Contohnya, ketika masih anak-anak, ketika belajar berjalan kita harus berusaha fokus menapakkan kaki satu persatu untuk bisa seimbang, namun setelah dewasa kita bisa berjalan sambil berbincang dengan teman tanpa usaha yang lebih berat. Namun demikian adapula aktivitas yang seberapa seringpun kita lakukan tetap harus mengeluarkan usaha lebih, seperti berkendara sambil menelepon.

Siapakah yang punya kemampuan multitasking?
Penelitian ilmiah mengenai kognisi manusia menyatakan bahwa atensi manusia memiliki keterbatasan. Artinya, manusia pada dasarnya tidak bisa mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan atau yang biasa kita sebut dengan multitasking. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa jika seseorang mengerjakan beberapa hal bersamaan maka akan ada kekurangan (secara kualitas) atau kesalahan dalam salah 1 atau beberapa tugasnya karena terjadi "kemacetan" di dalam pusat sistem informasi kita. Namun demikian, sesuai dengan prinsip kurva normal, pastilah ada orang-orang yang memiliki kemampuan multitasking dengan mengalami 'kekurangan' yang lebih sedikit dibanding orang normal. Orang-orang seperti ini disebut dengan Supertasker. Apakah anda salah satunya? Markman menyatakan, supertasker hanya ada sekitar 10% dari seluruh populasi. Jika Anda merasa bagian dari 10% tersebut mungkin Anda perlu mengkuti tes yang Markman buat :)

Kenapa  dan siapa orang-orang yang melakukan multitasking?
Tuntutan pekerjaan yang banyak namun waktu terbatas, kadang itu yang membuat saya sering kali merespon email sambil mendengarkan rekan kerja saya berbicara. Apakah efektif? Hmm, setelah saya ingat-ingat ternyata tidak juga, karena ada saja informasi yang tidak saya tangkap ketika rekan saya bicara, atau juga terkadang saya mengetik kata yang salah (mostly, kata yang baru saya dengar) di body email saya, atau terkadang terlupa meng-upload attachment-nya. 

Kali ini, Prof. David Sonbanmatsu dari Universitas Utah menyatakan bahwa alasan utama orang melakukan multitasking adalah karena mereka merasa memiliki kemampuan multitasking, padahal sebenarnya mereka tidak semampu yang mereka pikir. Selain itu, melakukan multitasking dapat memberikan kita dorongan secara emosional. Contoh dalam kasus saya seperti ini: saya merasa 'hebat' karena bisa melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan dan terkesan produktif, padahal sebaliknya saya harus memberikan waktu tambahan lagi untuk memperbaiki kesalahan saya. 

Sonbanmatsu et.al (2013) dalam penelitiannya mencoba mengaitkan perilaku multitasking ini dengan beberapa konstruk kepribadian. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa impulsivity dan sensation seeking berkorelasi positif dengan perilaku multitasking.

Apakah multitasking benar-benar menguntungkan? 
Ilmuan Amerika dalam jurnal Cyberpsychology and Behaviour, mengemukakan bahwa seringnya orang muda melakukan multitasking mempengarhi kemampuannya untuk berkonsentrasi terhadap aktivitas intelektual tunggal seperti membaca textbook. Selain itu, sering terjadinya pergantian antar tugas dalam waktu dekat memicu hormon stres dan adrenalin yang selanjutnya berkaitan dengan level stres, rasa frustasi, beban kerja, tekanan yang lebih tinggi. Belum lagi masalah sosial dan komunikasi yang bisa terimbas karena kita sibuk dengan gadget kita ketika ada teman yang sedang bercerita lalu ia merasa tidak dihargai karena kita tidak benar-benar menyimak apa yang ia katakan. 

Setelah mendapat berbagai informasi tersebut, saya percaya bahwa memang kita tidak perlu memaksakan diri untuk bisa multitasking.

“Any man who can drive safely while kissing a pretty girl is simply not giving the kiss the attention it deserves,”  Albert Einstein

Sumber:








Thursday, 4 July 2013

Kesempatan Si Pengamen

Akhir-akhir ini semangat saya lagi gelap dan dingin sesuai dengan cuaca kota Jakarta yang mendung dan hampir tiap hari dibasahi air hujan. Mulai deh sindrom-sindrom negative thinking mendominasi otak dan yang pengaruh ke selective attention. Di antara hal-hal baik yang masih terjadi dalam hidup, yang fokus terlihat malah yang 'dianggap jelek' (padahal belum tentu begitu).

Anehnya, seringkali kalau saya sedang berada dalam kondisi begini, ada aja hal-hal tak terduga yang membakar semangat yang hampir basi tadi. Satu hal saya alami pagi ini lewat cerita dari seorang rekan kerja (Kak Rani) yang cerita tentang mantan bosnya terdahulu, sebut saja namanya Pak Levi. Waktu itu, di sesi sharing pagi di kantor Pak Levi bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan seorang pengamen di perjalanan menuju kantor. Begini ceritanya:

"Pagi itu seperti biasa Pak Levi naik KRL dari rumahnya menuju kantor. Untuk sampai di depan kantor, Pak Levi harus menyambung kopaja dari stasiun kereta. Ketika di kopaja, adalah seorang pengamen yang bernyanyi. Pak Levi berasumsi si pengamen adalah pengamen baru yang tidak percaya diri. (Pak Levi ini adalah seorang psikolog). Kenapa dia bisa berasumsi begitu? Karena si pengamen masih berpakaian rapi dan ketika bernyanyi suaranya sangat kecil. Pak Levi sendiri adalah orang yang katanya suka berbagi. Dia berprinsip harus berbagi dengan berapapun yang dia punya. Waktu itu, ia ingat bahwa ia hanya punya selembar sepuluh ribuan di kantong dan ia berniat memberikan itu kepada si pengamen. Pak Levi yang duduk di bangku paling belakang, sudah menunggu si pengamen menghampirinya sambil mengkuwel-kuwel uang sepuluh ribuannya untuk dimasukkan ke kantong plastik si pengamen. Namun, ternyata si pengamen tidak sampai ke bangku paling belakang dan tiba-tiba ikut turun dengan penumpang lain padahal kantong plastik baru dia edarkan sampai bangku tengah.Pak Levi berpikir, sayang sekali si pengamen ini melewatkan kesempatan untuk dapat sepuluh ribuannya padahal tinggal sedikit lagi dia jalan ke bangku Pak Levi."

Setelah bercerita, Pak Levi menyerahkan interpretasinya kepada orang-orang yang saat itu mendengarkan ceritanya :)

Pelajaran yang saya tangkap dari cerita ini adalah kesempatan itu harus dijemput. Terkadang dalam hidup, kita berjuang sampai tahap tertentu dan menyerah. Padahal tinggal beberapa langkah lagi kita bisa mendapat kesempatan yang telah disiapkan untuk kita.

Bagi semua kita yang sedang memperjuangkan sesuatu, berjalanlah dengan percaya diri, lakukan yang terbaik, dan jangan berhenti karena kita tidak tahu melalui apa dan kapan kesempatan itu datang. Yang pasti, ketika kesempatan datang, pastikan kita siap.


*Oh ya, bagi yang belum tau, selective attention itu adalah proses kognitif dimana kita konsentrasi terhadap satu hal di sekitar kita dan mengabaikan hal-hal lainnya.Contohnya: kita bisa melihat banyak benda sejauh mata kita memandang, namun ketika kita sedang fokus mengetik maka selective attention kita adalah layar laptop/komputer, sedangkan benda-benda lain yang terlihat sekilas sebagai bayangan bahkan kadang sensasi indra lain seperti suara teman yang sedang memanggil juga terabaikan.*

Friday, 14 June 2013

Pulang ke kotamu: Yogyakarta (2)

sebelumnya di kotamu,

Daaaayy twooooo....

Pagi-pagi si Indah pulang ke Jakarta, tinggalah Annies, Mita, dan gue..dan siang ini kita mesti check out dari hotel Batik. Sekitar jam 8an, kita udah eksis di jalan Malioboro cari sarapan, minum jamu, dan cari penginapan untuk malam ini. Setelah keliling-keliling, dan melihat beberapa penginapan, akhirnya nemu 1 yang tercihuy yaitu Kempinski Yogyakarta alias Hotel Indonesia di jalan Sosrowidjayan. Pengalaman pagi itu agak kaget sih, masa ada penginapan yang harganya 60ribu bertigaaaa meeeenn!!! Gile! Tapi ya, kondisinya seadanya banget. Walaupun bisa bertahan ga mandi dalam 36 jam, ternyata kami belum cukup tangguh untuk bisa tidur di penginapan dengan kondisi kasur hanya dialesin kain panjang itu...haha...

Lega setelah dapet penginapan harga 190 ribu (buat 2 orang, dan tambah 25rb untuk tambahan orang) dengan fasilitas twin bed, kamar mandi dalam, AC, dan TV kabel. Muree boook!

Tadinya, agenda setelah dapet penginapan adalah dateng ke Sunday Morningnya anak UGM. Langunglah telpon booking mobil. Pas mobil dateng eh, Pak Sopirnya kagak tau jalan dan agak nyebelin. Langsunglah putus hubungan. Cuacanya lagi mendung gerimis pulak, males bikin tambah bete...Mission failed!

Untungnya, ada secercah harapan! Ada Gilang, beserta pacarnya bernama Indah (pengganti Indah yang pulang paginya) & Uda Ilham yang bisa ditebengin jalan-jalan, bisa nyetir, dan udah dapet mobil sewa...yeaaayyy!!!

Kami jalan dari Hotel Indonesia sekitar jam 1an, dengan kondisi sangat lafaaaaaarrrr....
(padahal gue sarapan udah 2x, soalnya ngembat jatah sarapan hotel Batik sebelum Indah berangkat, hehe)

Tujuan utama adalah Pasta Gio yang katanya juga terkenal di kalangan anak gaul Yogya. Eh, pas sampe kesana, ternyata tutuup sodaaraaaa!!! Spontanlah, makhluk-makhluk kelaparan di dalem mobil meraung kuciwaaa... Mission failed! lagi...Ya sudah akhirnya kita  makan di Pelem Golek. Enak sih masakannya, tapi yang paling berkesan buat gue adalah BIR JAWA! Mantep banget, di suasana mendung plus lagi flu berat waktu itu. Rasa birnya ini lucu, ada asem, pedes, dan penuh sensasi rempah-rempah. Konon katanya, bir jawa adalah minuman kesukaan Raja-raja (Sultan) Yogyakarta.

Matahari masih juga tidak bersahabat, rencana kami tadinya adalah ngejar sunset di Candi Boko. Setelah menimbang, mengukur, dan menganalisis akhirnya kami putuskan ga jadi kesana, takut sia-sia. Mission failed! lagi...lagi...

Walopun perut masih buncit dan begah, kami langsung ke tujuan selanjutnya. Tempat nenen (please jangan mikir jorok!) Anak gaul Yogya emang nyebutnya gitu. Bahkan tamu-tamu yang datang ke tempat yang bernama Kalimilk ini disebut 'neneners'. Hahahahaha...Kenapa begitu? Karena semua menu minuman di cafe ini terbuat dari bahan dasar susu..


Foto di atas ini, backgroundnya adalah gunung Merapi dan gunung Merbabu loooh.....

Kalo temen-temen yang lain harus naik gunung Merapi supaya bisa foto dengan background Merbabu dan harus naik gunung Merbabu supaya bisa foto dengan background Merapi, kami bisa foto dengan backround keduanya dengan datang ke Kalimilk #iklan...hahaha


Abis dari Kalimilk...kebingungan mau kemana lagi...soalnya yang ada di list isinya tempat makan semua, dan perut sudah mau meledaaaak...



Ternyata si Vista, gadis berkerudung merah sakit kepala dan minta di anter ke hotel. Lumayan, ada spare waktu buat geser-geser makanan diperut supaya bisa diisi lagi...*ngikik*

Sampe di hotel, yang cewek-cewek sholat dan bersih-bersih. Si Gilang sama si Uda, malah makan sate padang di depan penginapan...dasar lelaki! Dimana-mana sama aja! Usus panjang *loh?



Hari sudah gelap, saatnya main di alun-alun! Bener-bener seru! Naik odong-odong, makan bakso panggang, es goreng, main gelembung sabun...Mari, norak-norak bergembira!!!


Pulang ke kotamu : Yogyakarta (1)

Kayaknya setiap orang pernah ke Yogya ya? Gue pun ini sudah yang ketiga, tapi terakhir ke sana tahun 2006 dan cuma inget ke Borobodur, Pantai Parangtritis, Keraton, dan sekitaran Malioboro...

Trip kali ini sebenernya dalam rangka kondangan ke nikahan Siesi di Magelang, tapi kita ga mau menyia-nyiakan perjalanan Jakarta - Yogya yang harus ditempuh selama 8 jam ini. Akhirnya segambreng tempat yang mau dikunjungi pun sudah ada ditangan, walaupun kenyataannya banyak agenda yang gagal (karena tutup, cuaca, dan waktu mepet). Beberapa perjalanan terakhir emang mengajarkan gue untuk
Don't expect too much. It's always better to feel surprised than to feel disappointed.

Empat cewek-cewek perkasa ini  sampai di stasiun Tugu, Yogyakarta jam 4 pagi, kita mutusin untuk stay nunggu waktu sholat subuh di stasiun sambil nge-charge HP yang udah tewas semaleman.

Kita dijemput sama mobil yang udah kita book dari Jakarta jam 6 pagi dan langsung cari sarapan gudeg asli Yogya. Pak sopir sih nurut aja, dari pada nyawanya terancam oleh 4 cewek yang lebih mentingin perut daripada bersih-bersih..hahaha..

Setelah makan gudeg (yang menurut Annies, Mita, dan Indah ga terlalu enak dan kering), kita langsung cusss ke Prambanan, mahakarya kebudayaan Hindu abad ke-10 dan langsung sesi pemotretan a la super model (tapi belom mandi dan sikat gigi >.<)

Welcome to Prambanan!

Annies, Indah, Mita



Setelah puas keliling Prambanan dan ke Candi Sewu, turis-turis lain baru berdatangan meramaikan situs sejarah ini. Itu tandanya giliran kami sudah selesai dan harus menuju destinasi berikutnya, yaitu TEMPAT MAKAN!

Kalo kata Annies, makan udah 2 kali, mandi pun belum dari kemarin sore, huahahaha....Setelah dipikir-pikir, mungkin ini sebab besokannya si Pak Supir bilang ga bisa nganter kami lagi. Jangan-jangan dia sudah mencium aroma-aroma tak sedap yang bersumber dari 4 wanita cantik yang menumpang di mobilnya seharian...

Inilah tempat makan fenomenal dari Yogyakarta, namanya Jejamuran. Dari namanya aja udah ketebak isi makanannya...yap! semua terbuat dari jamur, tapi waktu sudah dimasak rasanya mirip daging. Rasa minumannya juga unik. Waktu itu, mencoba pesan yang namanya Geronimo, setelah dicicip ternyata ada campuran air jeruk, jahe yang diiris tipis, dan daun mint. SEGAR!



Setelah kenyang, hujan deras pun datang, kami pun pulang dengan senang.... 
Hari sudah menunjukkan jam 2 ketika kami tiba di hotel. Langsung check - in. Ternyata hotelnya mengecewakan, setrikaan aja ga punya...syukurnya ada ibu-ibu jowo yang kerja nyetrika gitu di deket hotel. Uh, ga rekomen banget itu hotel. Namanya hotel Batik, lokasinya di jalan Dagen deket Malioboro. Ya sudahlah ya...semalem doang ini...

Setelah istirahat, tiba waktunya melukis muka alias dandan...untung punya temen-temen yang cihuy, jadi ga perlu modal apa-apa + di make up in sama Indah & Mita, hihi...

Akhirnya, tuntas juga tugas dan tujuan utama kami, bukan Yogya tapi  Magelang!


Makanan enak, tempat resepsi keren, pengantin cantik, ganteng dan happy! Perfect!
Acara resepsi selesai sekitar jam 10 malam, langsung deh ke balik ke Yogya, ganti baju, trus nongkrong lagi di angkringan, hihi...

Oh ya, ada 1 spot angkringan yang asik banget. Lokasinya di bawah Batik Terang Bulan, jalan Malioboro. Ayam goreng & cekernya cihuy banget, dan yang paling gaul dari angkringan ini adalah live music dari sebuah grup musik jalanan. Lagunya keren alat musiknya juga pake celo segala...makanya kita betah banget nemplok di situ..hehe...

Hari pertama di Yogyakarta selesai, masih ada 2 hari lagi yang akan kami jalani di kotamu...

cont'd

*semua foto yang di-collage, menggunakan ini: Photo Collage Maker


Saturday, 25 May 2013

Kiluan Trip (2)

previous story.....

Still about Kiluan, now I wanna tell you about what we did after we treked to the Lagoon...
It was about 5 pm and we went to our cottage to put our stuffs in the cottage. Oh, the cottage is not at the same island with the Lagoon, so we have to cross the bay by using Jukung (a very slim boat)

As usual we didn't  waste our time, right after arrived at cottage, we played at the beach next to the cottage and we're waiting for the sunset...unfortunately, the sunset was not so good as I expected, but it's okay because the beach was very comfy and it's like our private island...

While we're waiting for our Jukung, we met these cute kids :)
Rough and tumble play


Ka Pritha asked the kids to sing a song together

Mores, Ka Pritha and our dinner ;p
Our kitchen, just for boiling water to make instant noodle
the cottage

Shell to block up the door
Waiting for the sunset

What we're waiting for

This fish is on fireeeeeee!!!

Where are the dolphins?
Oh, I'm sorry,  I can't show you the dolphin, when I was there I was not as lucky as my friend, they saw about 9 dolphins danced in the water while I and my Jukung friends  just saw about 3-4 of them... so I couldn't capture them at that moment...so sad ;'(

This bamboo is part of my Jukung, but I don't know the function ;p



Part of the Kiluan Bay


Jukung at Kelapa Island

Let's have lunch!

One of the most unforgettable moment is the moment in picture above and it supports my statement in previous article that this trip is one of the most adventurous trip for me. Our minibus wheel suddenly broke on the way to Lampung, so we decided to have our lunch on the road while our driver changed the wheel...Bang Dian, our driver also had his lunch right after he repaired the wheel. 

We arrived at Bakauheuni Lampung about 8 p.m and we spent the night in the ship about 3 hours, but we had to wait quite long for  the bus fulfilled the seats. The bus run form Merak to Jakarta in 2 hours, and finally we got our bed at 3 a.m. At first I think I might not have enough energy to wake up for work, but in fact  I woke up as usual in the morning and  started worked at office 7.30. 

I think travelling doesn't make us tired, on the other hand it recharges us:)