Pages

Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts

Monday, 16 September 2013

[A review] The Internship: Funny yet Inspiring Movie

Untuk beberapa orang, nonton sendirian di bioskop adalah hal yang aneh. Sayangnya (atau untungnya) itu ga berlaku buat gue. Biasanya, kalo udah merasa bosen, pulang kantor suka melipir ke bioskop terdekat buat nonton, tapi kali ini gue mencoba tantangan baru: nonton sendirian pas weekend ;p Berkat rasa penasaran dan rasa bosan, hari Sabtu siang gue melangkahkan kaki ke XXI Setiabudi One Building untuk nonton film The Internship. Pas pertama denger judulnya dan baca sekilas reviewnya, hmm kayaknya film ini agak serius. In fact, I was surprised a lot while watching this film.

Tokoh utamanya adalah Nick dan Billy yang sehari-harinya bekerja sebagai salesman jam. Ceritanya si Nick dan Billy kehilangan pekerjaannya karena perusahaannya  tutup. Suatu malam, si Billy nyari-nyari lowongan lewat search engine: Google. Karena ga dapet-dapet lowongan yang diharapkan (ya iyalah wong keywordnya: job which doesn’t need skill), si Billy mantengin halaman search engine itu dan AHA!! si Billy dapet ide untuk ikutan internship di Google.
Si Billy lalu membujuk si Nick untuk ikutan interview internship ini. Gilak konyol banget interviewnya! Masa si Billy ama Nick minjem komputer perpustakaan buat ikut intervew lewat Google Hangouts. Sebenernya, dari proses interview itu duo Billy & Nick ga oke deh buat diterima, tapi berkat argumen seorang tim program internship ini yang melihat sisi lain keanehan Billy & Nick, mereka akhirnya di terima magang. YEAY! Semua anak-anak internship ini disebut Nooglers. Keren ya?! Si Billy & Nick mesti gabung sama anak-anak muda super cerdas selama magang dan mereka terlihat aneh dan..ehm..tua…hahaha.. .

Satu hal lagi yang gue suka dari film ini adalah gambaran tentang kantor Google. Sampai sekarang gue menganggap Google is the best workplace in the world, dan itu tergambar di film ini.

Hmm, ngebosenin sih nyeritaiin jalan ceritanya disini. Yang jelas, ini film kocak banget!!! Ngakak mulu deh.. RECOMMENDED TO WATCH!! Yang bikin tambah keren lagi, ini film banyak banget pelajarannya.
Ini beberapa quotes keren yang gue dapet dari film ini:

Time, you can't fight it. You cant control time, but you can manage it.
I didn't play smart. I play safe. Look the result now (Billy's regret)
Make reasonable choices!
Good luck! But it's not luck what you need. Good work! (Mr. Chetty to the Nooglers)
Sometimes, the most radical way is just being yourself.
What is it in the world frighten us the most? Changes!

So, kalau lagi suntuk butuh sesuatu yang kocak, you should watch this film it will make you laugh and encourage you at the same time ;)

Oh ya, satu lagi, nonton sendirian hari Sabtu siang sih ga terlalu mengerikan ternyata. Mungkin kalau agak malem, mesti lebih kuat mental ya ;p Buat yang penasaran rasanya nonton sendirian, ada plus minus-nya dibanding nonton sama temen-temen, may be you should try it once at least ^^


Thursday, 12 September 2013

Soul Surfer: I don't need easy. I just need possible!


Ga ada request khusus, tiba-tiba beberapa bulan lalu, Kak Rani (rekan kerja) bawa beberapa DVD di dalem plastik hitam, "Nih Pid.."

Lah, aku bingung, perasaan ga bilang mo minjem DVD.
"Bawa aja, gue udah nonton."
Yah, namanya tong sampah, terima-terima aja lah...lumayan pengisi waktu luang ;p

Lumayan lama juga tuh plastik ga kesentuh di kamar, sampe pas suatu Sabtu yang buntu dan kelabu, akhirnya terpaksa nonton DVD karna ga ada kegiatan menarik lain (dan ga ada duit juga kayaknya). Setelah cap cip cup, terpilihlah film yang berjudul 'Soul Surfer' yang kalo pinjem istilah temen 'Uwooowsome' (saking awesome-nya)

Jadi. film ini bercerita tentang kisah nyata seorang surfer wanita bernama 'Bethany Hamilton'. Dia besar di keluarga yang juga merupakan surfer atau peselancar, jadi sejak kecil sudah diajarkan surfing. Cerita di film ini adalah cerita tentang Bethany di usia 13 tahun. Bethany sangat berbakat sampai-sampai ada  perusahaan yang mensponsori Bethany dan sahabatnya (Alana) untuk ikut kompetisi bergengsi untuk surfer remaja perempuan. Tapi, suatu hari, Bethany kehilangan tangan kirinya (literally) karena digigit seekor hiu. Gimana ceritanya? Silakan tonton sendiri ya..hehe

Lalu gimana kompetisinya? gimana masa depan Bethany? 
Hooaahh...not easy at all lah ya pastinya, tapi itu momen-momen penuh pelajaran. Waktu itu, ngebayangin kalo aku yang jadi Bethany, hmmm....kayaknya ga bakal kuat :'( 
Oh ya, pas tau ternyata di dunia nyata Bethany yang sebenernya cuma beda 2 bulan usianya denganku, makin tercengang...keren banget nih orang...

Berikut beberapa potongan yang berkesan dari film ini:

It's hard to look at things that are too close. 
Sebelumnya kejadian Bethany kehilangan tangan kirinya, Sarah (pembimbing remaja di gereja) mempertontongkan video sebuah benda (kalo ga salah otak), tapi benda tersebut diperlihatkan dari sudut pandang yang dekaat sekali, dan para remaja yang ada disitu diminta menebak benda apakah itu. Emang iya sih, bentuknya jadi aneh dan agak menjijikkan. Gambar otak itu terlihat sangat jelek ketika dilihat dari jarak yang sangat dekat, tetapi ketika kita memandangnya secara keseluruhan, kita baru menyadarai bahwa itu adalah gambar otak yang sangat vital bagi hidup kita. Begitu juga dengan kehidupan si Bethany pasca kejadian ia kehilangan tangannya. Bethany dateng ke Sarah dan bilang dia ga ngerti apa maksudnya Tuhan dan kenapa hidupnya harus begitu (ini scene yang nyeseeeeekkk bangeet!!!!). 

I don't need easy. I just need possible.  
Kalimat ini diucapkan oleh Bethany, saat udah berulang kali mencoba nyoba latihan dasar tapi selalu gagal. Bahkan ayah, ibu dan saudara-saudara Bethany tidak tega melihat Bethany terhempas-hempas di laut saat tak mampu menggunakan papan selancarnya. Bethany tidak menyerah! padahal dia juga tak tahu pasti sampai kapan dia harus berlatih. Kalo gue yang ada di scene itu, mungkin kalimat yang keluar adalah It's impossible, maybe surfing isn't my way, I should find another. 

I could never embraced this many people with two arms.  
Perjuangan Bethany untuk bangkit lagi menginspirasi banyak orang. Apakah dia menang dalam kompetisi surfing? Nope! tapi itu yang diungkapkan Bethany saat media wawancara setelah kompetisi. Dia bilang dia bersyukur telah kehilangan salah satu tangannya dan melewati masa-masa sulitnya. Dengan kisah hidupnya, Bethany bisa meyakinkan orang-orang bahwa mereka masih punya harapan  ditengah seburuk apapun kondisi mereka

Kalau mau tau lebih lanjut tentang Bethany Hamilton, please kindly visit and explore this page:

Sekarang, Bethany sudah menikah loh, dan cerita cintanya pun AWESOME :))

Back to film review, intinya film ini keren banget dan masih buaaanyak cerita dan insight yang belum terurai di halaman ini. So, happy watching! ^^




Sunday, 3 February 2013

The Door!

This page has been suspended twice before it's finally released today and I am very glad that I can still remember how the story went..

Autism, is a such popular term that one often hear in daily for two main reasons, to mock a friend who is attached to her/his gadget and thus does not care about the surrounding, and a psychological term of a disorder based on DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder). This page will describe about a movie titled "Temple Grandin" who has Autism as the latter. Temple Grandin was a name of the main character of the film and it was a true story.

Temple was a little girl who was diagnosed as an autistic when she was 4 years old. At that age, she wasn't able to speak. She often distracted by stimulus like voice, touch, light, movement, and asymmetric object. As I ever learned that autistic child is over-sensitive. He/she feels a stimulus more than the normal one, for example when the normal one is okay with 10.000 Hz frequency of voice, the children with autism might hear it twice louder so it hurts them.

Temple also often repeated the word she heard, so her friends labelled her as a 'tape recorder'. Through this film, I learned that parents and teacher cooperation is a pivotal key to deal with autistic child.When Temple's Mom almost gave up, Dr. Carlock the teacher supported Temple's Mom and convinced her that they could face it. Dr. Calrock saw Temple as a unique individual and developed her outstanding ability, that was visualization. He taught Temple by using concrete project and gave her advice by associating it with concrete object. Here is one of Dr. Carlock advice to Temple:

"Temple, think of it as a door. A door that's going to open up onto a whole new world for you; and all you need to do is decide to go through it."

source:
Since Temple has heard that advice, she imagined a door every time she got afraid. As she finished her study in high school, she was encouraged to continue to college. She worried about friends because her interpersonal skill was very bad and she had to live with a roommate in dormitory, she also hated the French class because her linguistic ability was also poor but she considered every challenge as a door. At college, she met a blind roommate and they became best-friend and realized that they had an disability, whereas they had an outstanding talent, Temple with her outstanding visualization, and her friend with outstanding audio ability.

To handle her emotion and tantrum, Temple designed a strange machine that would coop her body up, she said that it functioned like a hug for normal kid. She was inspired by a machine that was used to comfort the noisy cow in her aunty's farm.

Finally, Temple succeeded to finish her study in college. She was chosen to give the last speech in graduation day. In that day, she sang a song by Carousel:

When you walk through a storm, hold your head up high and don't be afraid of the dark.
At the end of a storm is a golden sky and a sweet silver song of a lark.
Walk on through the wind! Walk on through the rain!
Though your dreams be tossed and blown, 
Walk on! Walk on! with hope in your heart, you'll never walk alone!

After the speech, she decided to open the other door in her life, she took her master degree in animal science.
It was not easy for her, there were so many challenges she faced caused of her disability, but at the end she reached all she wanted and here was her reflection of her life:

"Nature is cruel, but we don't have to be. We owe them some respect. I touched the first cow as it was being stunned. In a few seconds, it was gonna be just another beef, but in that moment, it was still an individual. It was calm and it was gone. I become aware of precious life was, and I thought about death and I felt close to God. I don't want my thoughts to die with me. I want to have done something. I know there are a lot of things I can't understand, but I still want my life to have meaning."

It is a great movie, so if you have free time I really recommend you to watch it by yourself. Maybe you will get another interesting thing and could share it with me ;)









Tuesday, 16 October 2012

Mimpi Takkan Berlari

15 Oktober 2012

Sore ini, gue menjalankan hobi gue yaitu ngerandom dan kegiatan random yang paling biasa gue lakukan adalah nonton dan film yang jadi target gue kali ini adalah "Cita-citaku Setinggi Tanah". Film Indonesia? Ya emang... 

Kalo Mas Inov bilang " Ngapain sih nonton film Indonesia? Tunggu aja di tipi!"
Kalo gue bilang "Kalo bukan kita yang apresiasi, siapa lagi?". Gue ga rela kalo film porno berkedok horor ternyata lebih laris dibanding film keluarga dan edukasi. Ciihh!!!

Waktu udah menunjukkan pukul 16.30 WIB sementara jadwal film ini di bioskop terdekat dimulai pukul 16.50. Berbekal "makhluk paling murahan untuk diajakin ngerandom" di kantor, yaitu Deni Lamita Sari, akhirnya gue berangkat ke bioskop. Dengan jurus ninja, akhirnya kita bisa sampe di lokasi dalam waktu 10 menit. Huahahahaha...agak ngos-ngosan sih..tapi demi ga kelewatan nonton, tekad kami sekuat baja *lebay*

Setelah beli tiket dan buang air kecil, gue dan Mita masuk ke teaternya. Di sana sudah ada seorang laki-laki gempal yang duduk dengan anggun bak seorang raja yang siap menikmati seantero teater sendirian..sayangnya ada kami yang merusak suasana...hahahaha!

Yap, di 15 menit pertama isi teater cuma ada 3 orang... ini biasa terjadi sih selama beberapa kali gue nonton film edukasi Indonesia -___-

Udah lah ga penting nih intro-nya... Now, I'm going to write down many insights that I got from this film. I wanna convince you that I will not make a review or rate this film... 

Well, let's start:

"Cita-cita itu bukan cuma untuk ditulis tapi untuk diwujudkan"

Nah lo Pid! Action Pid! ACTION!!! Cita-cita jangan cuma dipikirin doang...hahahhaha...

"Yang penting bukan seberapa banyak, seberapa tinggi, dan seberapa besar cita-cita mu, tapi bagaimana usahamu untuk mewujudkannya"

*Langsung mikir, selama ini apa yang udah gue lakukan untuk mewujudkan cita-cita gue* 
*Banging head on the wall*

"Para orang tua, hati-hati! Jangan-jangan Anda memaksakan cita-cita Anda kepada anak Anda!"
dan
"Anak-anak, apakah cita-cita mu benar-benar apa yang kamu inginkah? Bukan cita-cita orang lain?"

Insight ini gue dapet dari si Mey dan Emaknya..Si Mey 'katanya' bercita-cita' jadi artis...Tapi yang gue tangkep, Emaknya justru lebih terobsesi jadiin si Mey artis. Kemungkinan dulu dia pengen jadi artis tapi ga kesampean..

"Cita-cita anak-anak itu bisa berubah-ubah. Ga masalah. Yang penting lingkungan mendukung cita-citanya saat ini. Selanjutnya, penjalanan dan waktu yang akan membuat anak memikirkan kembali apa yang dia mau"

Ini terjadi pada Agus si tokoh utama, cita-cita awalnya adalah Makan Nasi Padang, ujung-ujungnya ternyata cita-cita sebenarnya adalah jadi penyanyi (penasaran? silakan tonton sendiri ^^)

Itulah beberapa, insight yang gue dapat dari film ini ^^

Dan tulisan ini, akan gue tutup dengan lirik lagu soundtrack film ini:

Mimpi Takkan Berlari

Cuci kakimu sebelum kau tidur, ambil secarik kertas, tuliskan mimpimu
Jadi apapun, yang kamu inginkan, karena mimpi takkan berlalri

Buka matamu, oh sambutlah pagi! Jika belum terjadi, jangan kau sesali!
Masih ada waktu tuk nikmati hidup, sebelum nanti akan terhenti..

Meskipun tak setinggi langit, dan hanya menjadi sebuah tradisi, 
Ku kan selalu mengejarmu dan kau takkan berlari..

Cita-cita setinggi langit atau tanah...Ku pasti bahagiaa....


Kesuksesan mencapai cita-cita bisa kita dapat baik dalam PROSES mencapai cita-cita itu juga SAAT mencapai cita-cita itu :)


Friday, 24 August 2012

Kayu, Batu, dan Surga

"Tanah Surga...Katanya.." Judul film Indonesia yang sangat menggugah :)

Sayangnya film ini kalah pamor dengan film-film lainnya. Sepertinya kita emang lebih tertarik dengan film-film drama ataupun action, apalagi buatan luar negeri.

Ada banyak bukti yang gue temui. Waktu gue mau nonton 'Di Timur Matahari', salah satu senior di kantor nyeletuk: "Aduh, ngapain nonton film Indonesia? Tunggu aja sampe diputer di TV." Helloooohhhh... gue tersentak sih waktu denger itu. Meeennn, kalo bukan kita, siapa lagi yang menghargai film Indonesia.

Sedihnya, film Indonesia yang paling ga laris itu justru yang berbau nasionalisme. Bahkan, film horor Indonesia (lebih mendekati porno) lebih diminati. Huffftttt.....

Okay, back to Tanah Surga...Katanyaa...

OMG, gue selama ini kerja dan boleh dibilang agak sering ke Kalimantan, tapi gue ga pernah ngeh bahwa Kalimantan itu indah BANGET, BANGET, BANGET!! Yah, maklum aja setiap kali gue ke kalimantan yang gue liat either kebon kelapa sawit or tanah gundul daerah pertambangan batu bara...

Selama gue nonton film ini, gue senyum2 sendiri ngeliat indahnya alam Indonesia. Hutan, sungai, rumah tradisional, kerajinan kalimantan semuanyaaaaa bagus banget dan mengharukan :')

Setiap dialognya juga seperti "menampar" gue sebagai anak Indonesia. Gue jadi ga ngiri sama temen-temen yang kerja di luar negeri (bukan belajar loh.. dan gue jadi ga kepengen jalan-jalan keluar negeri juga...

 "Orang bilang, tanah kita tanah surga. Kayu dan batu jadi tanaman. Tapi banyak orang kaya yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri."

Itu adalah kutipan puisi yang dibuat Salman, ketika ada perwakilan pemerintah kota yang berkunjung ke sekolahnya..

Gue sendiri sih tertampar dengan puisinya si Salman, hahahah...Pertama, itu nyindir perusahaan di mana gue kerja sekarang. Kedua, gue merasa malu kalo ngeliat diri gue atau anak muda lain yang kerja cuma untuk nyari duit, senang-senang, nambung buat beli rumah, mobil, de el el..

Hufftt... I wish I could contribute to this nation :)

Ask not what your country can do for you - ask what you can do for your country - John. F Kennedy